Agama adalah salah satu bagian dari jati diri manusia. Seseorang memiliki agama atau kepercayaan yang membentuk identitasnya, kebiasaannya, harapannya, dan ketakutannya. Biasanya agama itu mula-mula diberikan oleh orang tua atau keluarga. Lalu orang tersebut berkembang dan bertumbuh dalam iman dan pengetahuan seputar agamanya, seiring dengan waktu dan pengalaman. Setiap orang memiliki kondisi keluarga yang tak sama dan lika-liku jalan hidup yang berbeda. Jadinya apa yang dipercaya orang ini berbeda dengan yang diimani orang lain, walau masih dalam institusi agama yang sama.

Kenapa, yah, tulisan ini tentang agama? Bukankah blog ini seharusnya tentang penis?
Kujawab saja, agama bisa mengatur ke mana perjalanan penismu. Terkadang penismu juga bisa mengatur agama, tapi itu hanya terjadi pada pemimpin agama. Demi penis, kadang agama dibuat sedemikian rupa untuk menyengsarakan vagina. Kadang penis yang berkuasa menindas penis yang miskin dan lemah, menggunakan agama. Demi tegaknya keinginan penis yang serakah, kadang aturan agama dibengkokkan.
Sebetulnya aku lagi ingin posting gambar ini. Agama itu indah. Kelamin juga indah. Kalau dijadikan komoditas, keindahannya kadang bisa rusak. Kalau dipakai jadi alat penindasan, keindahannya hilang.
Agama itu seperti alat kelamin

“Di mana ada kemauan, di situ ada jalan.
Di mana ada kemaluan, di sana banyak persoalan.”
kata The PanasDalam, dalam lagu “Cita-citaku”.

Akan tetapi, aku lebih tertarik lagu The PanasDalam “Kelamin über Alles”.

Dalam beragama, kadang terlalu banyak kotbah muluk-muluk, tapi ujung-ujungnya minta kelamin.

Kupikir-pikir, agama tanpa kelamin juga percuma. Dengan kelamin, manusia berketurunan. Agama juga disebarkan dalam keluarga secara turun-temurun. Jadi kelamin termasuk hal yang penting dalam penyebaran agama. Wahai seluruh penis dan segenap vagina, sebarkanlah agamamu ke semua penjuru dunia dengan kelaminmu. Tapi jangan dengan memaksa dan menindas karena hanya pemerkosaan yang menggunakan pemaksaan.

Selamat menikmati penisku, eh, posting blog tentang kelamin ini.

Bremen, 31 Desember 2013

via penis miliknya http://peniscab.blogspot.com/2013/12/tentang-agama-tulisan-kelamindah.html

Iklan