Aku berasal dari Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Di sana, dikenal suatu daerah bernama Cipaku. Samar-samar yang kuingat kalau aku pernah berenang di kolam renang Cipaku.

Daerah Cipaku, memiliki akses air dalam tanah dan atas tanah (sungai). Air memiliki makna kehidupan bagi kebudayaan Sunda di daerah ini, bukan hanya ekologis melainkan juga spiritual.

Cipaku berasal dari kata “cai” yang berarti air dan “paku” yang berarti penis. Cipaku menjadi air penis. Dalam kebudayaan Sunda, mani atau air penis memiliki suatu makna spiritualitas, bukan hanya birahi. Mani ini mengandung sperma, yang menjadi asal semua manusia.

Sebagai orang yang dibesarkan bersama masyarakat Sunda, aku mendalami bahwa manusia harus menghormati aliran air. Jangan mengonsumsi air secara berlebihan. Berlakulah adil dalam membagi air. Jangan merusak air dengan kotoran. Air sungai hendaklah dihormati sebagai pemberi kehidupan, selayaknya air penis atau mani yang membawa kehidupan. Sesungguhnya kesadaran sosio-ekologis tak pernah terlepas dari kesadaran spiritual.

Untuk mendalami makna air dan penis pada Cipaku, silahkan mendalami aliran kepercayaan Kabuyutan Cipaku.

Aku takkan berhenti memuja penis dan berbakti kepada vagina.
I can’t stop worshiping penis and devoting myself to vagina.

Bremen, 6 Januari 2014

iscab.saptocondro

via penis miliknya http://peniscab.blogspot.com/2014/01/cipaku.html

Iklan